Roma 5:1-8

Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. —Roma 5:2

Keluaran 21-22; Matius 19
 

Istilah “pita merah” mengacu pada kejengkelan yang timbul akibat birokrasi berbelit-belit yang menghambat suatu penyelesaian masalah. Semula istilah ini mengacu pada kebiasaan mengikat dokumen-dokumen pemerintah dengan seutas pita merah. Di awal dekade 1800-an, istilah ini dipopulerkan oleh karya tulis seorang sejarawan asal Skotlandia, Thomas Carlyle, yang memprotes lambannya kerja pemerintah. Setelah Perang Saudara di Amerika Serikat, masalah “pita merah” ini kembali muncul ketika para veteran perang menjumpai kesulitan untuk memperoleh tunjangan mereka. Istilah ini mengandung perasaan frustrasi dan kecewa karena besarnya rintangan yang terbangun terhadap usaha untuk mencapai suatu tujuan.

Pita merah birokrasi memang terjadi di banyak tempat, tetapi ada satu tempat di seluruh alam semesta ini dimana hal itu tidak pernah ada, yaitu di takhta Allah. Dalam Roma 5:2, Rasul Paulus berbicara tentang Kristus, bahwa “oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini.” Ketika hati kita hancur atau hidup kita susah, tidak ada pita merah yang akan menghambat kita untuk datang kepada Allah. Yesus Kristus sudah membuka jalan supaya kita dapat datang ke hadapan Sang Raja surgawi dengan penuh keberanian (Ibr. 4:16).

Ingatlah, ketika hati Anda terluka, Anda tidak perlu menghadapi banyak pita merah untuk menyampaikan kebutuhan Anda kepada Allah. Melalui Kristus, kita mendapatkan akses penuh dan langsung ke hadapan Allah. —WEC

Terima kasih, Bapa, karena jalan menuju takhta-Mu sudah dibuka
untuk kami oleh Yesus Kristus. Kami tahu bahwa Engkau takkan
mengabaikan kami. Terima kasih untuk kepastian yang kami miliki
bahwa Engkau mempedulikan kami.

Takhta Allah selalu terbuka bagi anak-anak-Nya.
Watty Wirayadi liked this post
Author: admin

Leave a Reply